deskripsi diri

23 Apr

TUGAS 4

DESKRIPSI DIRI

 

Nama saya adalah Besti Oktina Putri. Lahir di Gunungkidul 20 Oktober 1992. Bagi saya, saya adalah orang yang sangat pendiam dimana pun saya berada terutama di saat saya berada di lingkungan baru. Namun,  jika sudah terbiasa dengan lingkungan baru tersebut saya lebih bisa sedikit mengekspresikan diri saya kepada orang lain tetapi masih katakan sebagai seorang yang diam. Saya sangat menghargai diri saya, salah satunya adalah  jika saya pernah mengatakan sesuatu hal kepada seseorang maka orang tersebut akan mengingat sesuatu hal yang pernah saya sampaikan yang saya sendiri lupa saya pernah menyampaikan apa kepada orang tersebut. Sehingga tidak jarang teman-teman selalu meminta bantuan saya jika mereka memiliki masalah. Mereka bercerita dan meminta solusi untuk permasalahan yang sedang mereka hadapi. Saya bisa juga dikatakan orang yang bertanggungjawab dan dapat dipercaya dalam melakukan segala kegiatan termasuk jika saya diberi amanah untuk menjaga atau melakukan sesuatu hal dari orang lain. Salah satunya adalah tanggungjawab sebagai pemegangan keuangan. Misalnya dipercaya menjadi bendahara karang taruna di kampung tempat saya tinggal. Padahal saya tidak setiap hari ada di rumah karena harus tinggal di jogja untuk kuliah. Dulu mungkin bisa minimal seminggu sekali saya pulang kerumah sekaligus mengkoreksi atau mengontrol data-data mengenai pemasukan dan pengeluaran keuangan. Namun setelah semester IV ini saya sangat jarang sekali untuk bisa pulang ke rumah karena banyaknya tugas kuliah serta kegiatan organisasi yang ada di kampus. Jarangnya saya berada dirumah sehingga data keuangan sedikit kurang terkontrol, saya khawatir akan terjadi adanya ketidakseimbangan antara pencatatan keuangan dengan jumlah uang yang ada. Sehingga jika hal tersebut dibiarkan dan tidak di sadari adanya kesalahan tersebut akan menimbulkan permasalahan baru. Saya pernah menyampaikan kepada teman-teman karangtaruna bahwa alangkah lebih baik bendahara diganti agar lebih mudah dan lebih dekat dengan orang yang bisa mengontrol keuangan. Namun karena kepercayaan yang mereka berikan kepada saya, mereka tetap memilih saya sebagai bendahara dan menyerahkan keuangannya kepada saya dengan alasan hanya saya yang dapat mengontrol dan menghandle dengan baik keuangan tersebut. Selain mendapat amanah kepercayaan serta tanggungjawab sebagai bendahara, saya juga sering dipercaya oleh teman-teman untuk menyimpan uang mereka agar pengeluaran uang mereka dapat terkontrol dan tidak boros. Baik dipercaya menyimpan uang cash maupun ATM yang saya mengetahui nomor pinnya.

Berusaha meminimalisir keluhan dan cepat menyadari kesalahan diri serta berusaha memperbaikinya secepat mungkin. Iya, mengeluh memang hal yang paling sulit untuk dihindari bahkan dilakukannya tanpa disadari bagi kebanyakan orang. Saya selalu berusaha bersyukur dan mengikhlaskan segala sesuatu yang terjadi tanpa keluhan dan menikmatinya. Memang kadang tanpa disadari ada kalimat keluhan yang keluar seperti halnya mengerjakan tugas namun kurang mengerti atau sulit untuk diselesaikan apalagi dalam keadaan yang sudah sangat dekat dengan batas waktu pengumpulan. Tetapi dengan segera menyadari apa yang sedang terjadi dalam diri saya bahwa yang sedang saya lakukan adalah salah, sehingga cepat memperbaiki sikap dengan menghilangkan serta membuang jauh keluhan yang sebelumnya telah saya dilakukan. Pada suatu ketika ada seseorang mulai menyalahkan dan membicarakan apa yang sedang saya kerjakan, memperingatkan untuk meletakan barang miliki saya yang menurutnya kurang tepat saat saya meletakkannya di tempat tersebut padahal bagi kebanyakan orang hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan. Namun bagi saya, saya tidak menuntut untuk orang lain mengerti dan memahami apapun yang saya lakukan dan sedang saya kerjakan tetapi justru saya yang selalu berkeinginan untuk mengerti dan memahami bagaimanapun keadaan orang tersebut. Bukan bagaimana membalik menyalahkan orang lain karena ketidaksalahan diri saya, tetapi memahami bahwa pandangan orang lain dengan pandangan saya itu berbeda. Sehingga menghadapi permasalahan seperti itu tidak perlu terlalu dipikirkan atau diperpanjang hingga akhirnya akan menjadikan suatu permasalahan besar, justru hal itu menjadikan diri saya untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan membantu diri saya untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dengan mengkoreksi kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan kepada orang lain. Misalkan saja saat berada di rumah, keadaan rumah sedang berantakan tidak karuan. Bisa dibilang sangat tidak enak untuk dilihat, tetapi saya tidak lantas mengeluh karena kondisi rumah yang berantakan. Bagi saya yang baik dilakukan adalah membereskannya, walaupun sendiri untuk membereskan rumah tetap saya kerjakan. Kemandirian juga termasuk bagian hidup yang saya jalani, sejak SMP saya di ajarkan orang tua untuk dapat mengurus diri saya sendiri. Sebagai contoh mencuci baju sendiri, membereskan kamar sendiri, dilatihn untuk memasak sendiri. Sehingga saat masuk SMA saya jauh dari orang tua karena tuntutan sekolah yang jauh dan harus tinggal sebagai anak kos. Namun tidak heran lagi bagi saya jika saya harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri, karena sudah terbiasa sejak kecil maka pekerjaan yang saya kerjakan saat jauh dari orang tua dapat terselesaikan dengan baik.

Saya juga senang saat berjualan dirumah. Membantu orang tua untuk menjual dagangannya adalah pekerjaan rutin saya setiap saya berada dirumah. Hal tersebut dilakukan untuk menambah penghasilan serta memanfaatkan lokasi rumah tempat tinggal yang berada tepat di depan sekolah dasar. Kebanyak anak-anak kecil suka jajan, bahkan kadang mereka tidak mau membawa bekal dari rumah karena lebih memilih untuk membeli makanan saat di sekolahnya. Hasil yang diperoleh pun lumayan mencukupi, karena kebetulan yang berjualan di dekat sekolah dasar tersebut tidak banyak. Waktu saat pembelinya sangat banyak adalah saat jam istirahat di mulai. Saya harus benar-benar fokus melayani anak-anak sekolah dalam penjualan saya. Karena pembelinya banyak anak-anak kecil sehingga benar-benar harus teliti dan penuh dengan kesabaran. Setiap minggunya juga harus memiliki stok makanan terbaru untuk dijual. Kebanyakan anak-anak cepat bosan dan cenderung memilih serta menyukai produk makanan baru. Sehingga saya harus mengerti makanan apa yang paling di sukai anak-anak dan jenis makanan apa yang kurang di sukai anak-anak. Pernah suatu waktu jualan saya hanya laku sedikit dikarenakan makanan yang jual kurang disukai anak-anak karena hampir tiap hari saya jajakan, sehingga mulai dari situ saya mulai berpikir untu selalu update jenis produk makanan terbaru yang banyak peminatnya.

Saya juga termasuk orang yang senang menerima kritik dan saran dari orang lain. Bagi kebanyakan orang kritik dan saran adalah sesuatu yang tidak disukai. Tetapi bagi saya kritik dan saran adalah sesuatu hal yang dapat mengubah diri saya menjadi yang lebih baik karena penilaian itu butuh orang lain. Jika kita tidak mau menerima setiap kritik dan saran dari orang lain kita tidak akan pernah menjadi seseorang yang berkembang karena kita akan selalu merasa puas dengan apa yang kita miliki dan menjadi seseorang yang statis. Saya pernah mendapat kritik dan saran dari salah seorang teman saya, dia mengharapkan saya untuk tidak hanya menjadi orang yang ‘diam’. Diam disini dimaksudkan tidak melakukan apapun selain aktivitas kuliah. Teman saya mengatakan bahwa saya akan terus menjadi orang yang seperti ini yait seseorang yang tidak ada kemajuan dalam melakukan segala hal bahkan berkembang pun tidak dan selamanya akan terus bergantung pada orang lain. Padahal orang lain tersebut belum tentu selalu bersama saya dimanapun dan kapanpun saya berada. Satu hal yang membuat saya tercengang dengan pernyataan teman saya, jika saya tetap diam maka kamu tidak akan pernah memiliki kawan. Kamu akan selalu sendiri dengan diam kamu, dengan sesuatu yang hebat yang hanya kamu ketahui sendiri dan orang lain tidak akan mampu mengerti bagaimana diri kamu. Tetapi, jika kamu mau mengubah semua itu mulailah melepas ikatan diri kamu untuk diri kamu sendiri, sampaikan apapun yang kamu tahu kepada orang lain agar orang lain bangga dengan kehebatanmu. Mulai dari situ saya berpikir, bahwa yang dikatakan teman saya adalah benar. Saya selalu merasa diri saya adalah seseorang yang tidak bisa melakukan apapun seperti yang orang lain lakukan. Terkadang malah saya bingung apa yang ingin saya lakukan untuk hari ini, besok, lusa bahkan untuk masa depan. Saya memiliki sebuah impian hebat menurut saya, tetapi saya berpikir lagi jika saya hanya menginginkan saja tetapi tidak memiliki kemauan untuk mewujudkannya akan sama saja tidak ada gunanya. Maka selama saya berulang-ulang memikirkan hal tersebut saya mulai bergerak sedikit demi sedikit. Memang gerakan saya sangat lambat dan masih terbata-bata dalam menjalankannya, tetapi dengan ketekunan yang saya memiliki saya yakin saya bisa mengejar teman-teman yang sudah lebih dulu bergerak cepat di depan sana. Sehingga saat ini saya sudah memulai perubahan dalam hidup saya yang awalnya hanya diam ditempat tanpa bergerak sedikitpun sekarang sudah mulai bergerak dan berhasil menciptakan sesuatu. Sesuatu itu adalah sebuah lingkungan baru, teman-teman baru, pengalaman baru, keadaan baru bahkan saya bisa mengembangan dan mendapatkan ilmu baru. Jadi, dengan hal-hal baru yang pernah saya dapatkan itu akhirnya saya sedikit bisa berkarya. Saya suka menulis, jadi bagaimanapun caranya saya mulai mengembangkan apa yang menjadi keinginanan saya menjadi seorang penulis. Mulai saat ini saya mengikuti sebuah organisasi yang menurut saya akan meningkatkan kreativitas saya, terutama menumbuhkan ide-ide dan inspirasi untuk menulis. Setiap minggunya saya menghadiri kegiatan organisasi tersebut untuk belajar menulis. Walaupun saya belum memiliki karya yang bagus, seperti buku hasil tulisan saya diterbitkan, paling tidak saya memiliki karya untuk diri saya sendiri yang hal itu menjadi motivasi saya untuk terus maju dan mengembangkannya. Dengan demikian, kritik dan saran bagi saya adalah sesuatu hal yang membangun bukan hal yang menyebalkan, menjengkelkan atau perkataan orang lain karena tidak menyukai diri kita atau sesuatu yang kita kerjakan bahkan dengan kritik dan saran tersebut bisa menjadikan saya mampu berkarya.

Bekerja keras dan tidak mudah putus asa untuk mendapatkan hasil yang baik. Hal itu termasuk keharusan yang selalu memotivasi diri untuk tetap menjalankan setiap hal dengan sengguh-sungguh. Saya yakin jika mengerjakan sesuatu dengan kerja keras disertai semangat juang yang tinggi maka hasilnya akan setara dengan usaha perjuangan yang pernah saya lakukan sebelumnya. Misalnya, selama masa kuliah ini banyak sekali hal-hal yang memerlukan usaha keras dalam penyelesaiannya. Untuk mendapatkan indeks prestasi yang bagus pastinya dibutuhkan kesiapan dalam menerima materi perkuliahan sehingga saat ujian berlangsung dapat menyelesaikan dengan baik. Iya kuliah, masuk kelas, duduk, dan mendengarkan setiap materi yang dosen sampaikan itu adalah hal yang sanga mudah. Tetapi, bagaimana dengan kesiapan dalam menerima materi?. Adakalanya muncul rasa malas untuk mengikuti perkuliahan, sehingga tidak ada keseriusan saat kuliahan berlangsung alhasil hanya sedikit materi yang bisa di dapatkannya, kuliah selesai dan materi yang baru saja di dapatkan tidak pernah di aplikasikan semakin lama semakin samar-samar. Saat menjelang ujian barulah membuka kembali ingatan-ingatan mengenai materi perkuliahan ternyata banyak sekali ketidakpahaman tentang materi tersebut belum lagi materi yang sangat banyak dan akhirnya tingkat kefokusan berkurang dalam belajar. Hasilnya, mengerjakan soal ujian dengan seadanya, sebatas ingatan saja yang tidak semua materi tidak dapat di rangkum dalam memori. Satu hal yang harus dicatat yaitu kurangnya kesiapan dalam menangkap, mempelajari, memahami dan mengulang kembali. Maka, dengan begitu sudah pasti hasilnya tidak seperti yang sebelumnya harapkan. Semuanya serba pas-pasan dan hanya menjadi orang rat-rata di antara kawan-kawannya. Jika hal tersebut tidak pernah disadarinya maka akan terus menerus hal itu terjadi bahkan bisa menjadi yang lebih buruk lagi. Tidak akan pernah ada keinginan untuk bekerja keras memperjuangkan sesuatu yang belum bisa dicapai sesuai target justru melihat hasil yang terus-terusan buruk malah menjadikan semakin buruk lagi akhirnya muncullah rasa putus asa untuk mereka.

Dari hal tersebut, saya berpikir bahwa saya tidak akan pernah menyianyiakan waktu saya untuk hal yang kurang bermanfaat bahkan tidak menghasilkan apapun. Maka menghargai dan memperjuangkan sesuatu itu sangat penting. Saat semester pertama saya kuliah indeks prestasi saya biasa saja saya berpikir ini baru permulaan dan masih dalam tahap penyesuaian. Tetapi, saya memikirkan lagi kalau hanya meningkatkan indeks prestasi saja tanpa disertai kualitas diri akan sama saja tidak ada artinya. Maka saya berjuang dan berusaha meningkatkan nilai disertai peningkatan kualitas diri, dengan berusaha untuk menyelesaikan tugas sendiri sebelum meminta bantuan kepada orang lain, mencoba mengerjakan soal ujian dengan kemampuan sendiri dan melakukan hal lain lagi semampu diri. Karena apapun hasilnya nanti itu menunjukan kemampuan diri saya dan tahu bagian mana yang masih perlu ditingkatkan serta bagian mana yang perlu ditambahkan. Mendapatkan hasil yang lebih buruk dari pada teman-teman bukan masalah buat saya justru itulah yang memberi semangat saya untuk terus bersemangat lebih keras lagi dalam berusaha dan menghindari menyerah ditengah jalan perjuangan atau putus asa. Hasil yang bisa dicapai saat ini adalah setiap akhir semester nilai saya meningkat karena itu usaha saya sendiri. Peningkatannya memang tidak tinggi, tetapi berharap dengan peningkatan yang sedikit tetapi tekun maka hasil akhir nanti akan jauh lebih baik. Selalu saya ingat bahwa nilai itu nomor dua kualitas diri lah yang menjadi yang pertama. Dalam melakukan segala sesuatu tentunya harus berhati-hati dan tidak terburu-buru. Saya selalu membiasakan tindakan yang santai dalam menjalankan sesuatu. Misalnya menyelesaikan tugas kuliah, tugas rumah serta kegiatan lain yang membutuhkan ketelitian dan kecekatan dalam menyelesaikannya. Bagi saya terburu-buru dan cepat panik jika menghadapai sesuatu hanya akan menambah kekacauan dan beban pekerjaan itu. Solusi terbaik pun tidak akan pernah di dapat jika dihadapi dengan kepanikan dan sikap terburu-buru.

Ada hal yang lebih menarik dari beberapa hal di atas yaitu keramahan dan senyum. Dua hal yang bagi saya sangat penting dilihat dari segi kebermanfaatannya. Dimanapun saya beada saya selalu menunjukan keramahan saya minimal memberi senyum kepada setiap orang yang saya temui. Bagi saya segala sesuatu akan terasa menyenangkan ataupun membahagiakan saat bisa memberi senyum dan keramahan kepada setiap orang. Entah bagaimanapun respon orang tersebut kepada saya, suka atau tidak suka itu buka masalah. Karena apa yang saya berikan kepada mereka tidak mengharapakan kembali dari mereka pula. Selain penggambaran diri saya telah saya deskripsikan tersebut tentu saja tidak lepas dari sesuatu yang masil sulit untuk saya ubah, baik itu sikap maupun cara bertindak. Namun, apapun yang pernah saya lakukan saya selalu berusaha melakukan yang terbaik. Melakukan yang terbaik bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga terbaik dan bermanfaat untuk orang lain. Kesalahan di jadikan sebagai pembelajaran dan pembangun semangat untuk memperbaiki kembali, serta sesuatu hal yang sudah benar saya lakukan akan saya tingkatkan dan arahkan kembali.

Bagi saya tidak mudah mendapat kepercayaan dan tanggung jawab yang besar dari orang-orang terdekat, sehingga setelah mendapatkannya harus bebar-benar bisa mempertahankan dan menjaganya. Begitupula dengan keluhan setiap ada permasalahan, kritik dan saran dari orang lain, kemandirian, pertahanan diri menghadapi kesulitan yaitu kerja keras dan ketidakputusasaan serta sikap kerahaman yang harus selalu ditunjukan kepada orang lain. Semua hal itu sangat penting bagi saya, karena untuk mendapatkan suatu kerhasilan yang saya inginkan minimal sikap seperti itu harus ada dalam diri saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: